Kamis, 31 Mei 2012

Prioritas Belanda Kini Gelar Juara, Bukan Main Cantik

Amsterdam - Juara tanpa mahkota. Label itu acapkali dilekatkan ke timnas Belanda yang seringkali gagal meraih trofi pemenang meski tampil atraktif dan ofensif. Di Euro 2012, Belanda diyakini ingin jadi juara yang sebenarnya, kendati itu berarti menepikan permainan cantik.

Setelah era Total Football pada tahun 1970-an, Belanda lekat dengan citra permainan ofensif yang dinamis dan atraktif. Tetapi permainan cantik, yang juga sudah mendatangkan banyak pujian, itu justru amat jarang berbuah trofi dan prestasi nyata. Selain belum pernah menjuarai Piala Dunia, Belanda pun baru satu kali menjadi kampiun Piala Eropa pada tahun 1988 silam.

Selebihnya, Belanda lebih sering tampil di sebuah turnamen besar sebagai "juara tanpa mahkota": dijagokan dan dipuji-puji di awal tapi lalu melempem sebelum jadi juara.

Di Piala Dunia 2010 lalu, tak sedikit pengamat yang melontarkan penilaian bahwa ada yang berbeda di Belanda arahan Bert van Marwijk. Oranje ketika itu tidak seperti dulu. Hal tersebut diamini oleh Frank de Boer yang menjadi "tangan kanan" van Marwijk di turnamen dua tahun lalu.

"Kami mengubahnya sedikit tapi sebenarnya mentalitas kami yang berubah. Kami ingin mencamkan ke pemain bahwa kami punya misi dan misi itu adalah jadi juara, bukan bermain cantik. Kami juga ingin main bagus tapi prioritasnya adalah mendapat hasil bagus dan meraih piala, sesuatu yang tidak kami pikirkan ketika saya masih bermain di Piala Dunia 1998," katanya kepada BBC Sport.

"Ketika itu mentalitas kami adalah 'Oke, mari kita lihat seberapa jauh permainan ini akan membawa kita, lalu baru kita lihat bagaimana kemungkinan jadi juara'. Kami kalah dari Brasil di semifinal dan sampai ke babak empat besar sudah cukup buat kami saat itu. Mungkin jika tekad kami adalah jadi juara kami bisa melangkah sejauh dua tahun lalu atau lebih baik lagi," beber mantan pemain Belanda periode 1988–2004 yang kini menangani klub Ajax Amsterdam itu.

Dua tahun lalu Belanda yang "tampil berbeda dari biasanya" itu sampai ke final meski akhirnya kalah juga dari Spanyol. Di Euro 2012, pendekatan serupa tampaknya akan kembali dianut Belanda--kendatipun dalam lajunya untuk sampai ke Polandia-Ukraina mereka tampil relatif ofensif. Pasalnya, saat ini Belanda akan kembali datang dengan tekad ingin jadi juara, yang juga dilengkapi dengan mahkota.

"Mereka menginginkan gelar juara. Itu akan sulit tapi mereka memiliki kualitas yang diperlukan untuk melakukannya," tegas de Boer.

( krs / roz )


Baca juga artikel & ulasan liputan khusus Piala Eropa di HarianDetik.com

0 comments:

Posting Komentar

Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?