Babak kedua pun dimulai. Newcastle masih terus memborbardir pertahanan Bolton. Dan cerita baru dimulai ketika menit berada di angka 73. Salah seorang gelandang sayap Newcastle mendapat bola. Ia lantas melakukan solo run ke lini pertahanan Bolton yang jaraknya masih sekitar 64 meter hingga sukses membobol gawang Adam Bogdan, kiper Bolton saat itu. Sebuah mahakarya yang akan dikenang ribuan Geordies selamanya (julukan lain suporter Newcastle--red).
Gelandang sayap yang juga bisa bermain sebagai trequartista itu berusia 25 tahun. Pada usia ke-15 ia menahbiskan diri sebagai salah satu lulusan terbaik akademi Clairefontaine: akademi sepakbola di Perancis yang melahirkan banyak talenta pesepakbola Prancis terbaik. Bersama Karim Benzema dan Samir Nasri, ia lulus dari akademi tersebut di tahun 1999.
Bakatnya telah dicium Paul Le Guen (eks pelatih Lyon yang sukses membawa Lyon meraih gelar Ligue 1 enam kali beruntun) sejak itu. Tetapi kebersamaannya dengan Paul hanya bertahan enam musim. Paul, dan manajemen Lyon tidak sanggup lagi mengatasi tingkah liarnya.
Musim panas 2010, Newcastle merekrut gelandang kidal ini. Ia menerima tawaran The Toon Army yang telah mempersiapkan nomor punggung 37 untuknya.
Lagi-lagi, sebuah ironi menghampiri gelandang kelahiran 7 Maret 1987 ini. Baru empat kali memulai debut di Liga Primer Inggris, gelandang Manchester City, Nigel de Jong, mematahkan kakinya. Walhasil, ia harus menepi selama setahun penuh.
Akan tetapi, masa kelam tersebut telah berhasil dilewatinya. Kini ia menjadi salah satu punggawa Prancis di Piala Eropa 2012. Sebuah beban lain yang mesti dipikul pemuda keturunan Arab ini. Pemuda yang memiliki nama: Hatem Ben Arfa.
( a2s / krs )
Baca juga artikel & ulasan liputan khusus Piala Eropa di HarianDetik.com
0 comments:
Posting Komentar
Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?