"Setelah bertemu dengan sekretaris Penggurus PSSB Muzakar sore tadi, kami seluruh mantan pemain PSSB beserta pelatih dan petugas perlengkapan menjelang petang tadi sementara waktu sudah meninggalkan pendopo bupati," ujar ketua aksi Faisal Jalal saat di hubungi detikSport.
Dalam pertemuan itu, lanjut Faisal, pihak penggurus membayar uang senilai Rp 400 juta bagi pemain, namun tidak semua jumlah uang tersebut diterima oleh mantan pemain PSSB. Pasalnya, sebagian pemain berkehendak ada kejelasan pasti dulu kapan sisanya akan di bayar oleh pemerintah.
"Harus ada perjanjian di atas kertas hitam-putih dan ikut di tanda tanggani oleh pihak Muspida Kabupaten Bireun, sehingga siapapun Bupati Bireun ke depannya yang terpilih dapat melunaskan hak-hak kami sampai seluruhnya," sebut Faisal.
Menurut Faisal, aksi ini akan terus berlanjut setelah hari pencoblosan Pemilukada 9 April mendatang berlangsung, sampai ada titik terang untuk membayar gaji mereka yang tertunggak selama 3 tahun.
Dirinya berharap agar pemerintah daerah dapat memegang teguh dan membayar apa yang seharusnya didapatkan oleh pemain PSSB. "Itu hasil keringat jerih payah hak kami selama menjadi pemain Liga Indonesia mewakili daerah Kabupaten Bireun di tiga tahun kompetisi dari 2008-2010," tegasnya.
Rabu (11/4/2012) mendatang pihaknya akan bertemu langsung dengan Ketua Umum PSSB Bireun yang juga Bupati Bireun, Nurdin Abdul Rahman, beserta Muspida untuk membahas permasalahan ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Senin kemarin sekitar 37 mantan pemain dan ofisial PSSB mendatangi dan menginap di pendopo bupati Bireun yang juga ketua umum klub tersebut, Nurdin Abdul Rahman. Mereka menagih gaji tiga tahun yang belum dibayarkan, yang nilai totalnya mencapai Rp 4,7 miliar.
( roz / mfi )
0 comments:
Posting Komentar
Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?