Selasa, 03 April 2012

Lampard Kini Lebih Nyaman dengan Di Matteo

London - Sudah jadi rahasia umum jika hubungan Frank Lampard dengan Andre Villas-Boas tidaklah harmonis. Tapi diakui Lampard kini kondisi berbeda dengan Roberto Di Matteo sebagai caretaker.

Saat ditangani Villas-Boas sebenarnya Lampard tidak tampil jelek-jelek amat. Ia masih tampil produktif dengan menjadi pemain pertama di Liga Inggris yang mampu mencetak minimal 10 gol dalam semusim di sembilan tahun terakhir.

Tapi Lampard pun memang bukan pilihan utama Villas-Boas karena gelandang 33 tahun itu kerap dibangkucadangkan. Maka ketidakharmonisan hubungan itu muncul di publik dan singkat cerita Villas-Boas pun dipecat menyusul penampilan buruk The Blues musim ini.

Ketika Di Matteo naik pangkat sebagai caretaker, performa Chelsea dan juga Lampard perlahanan membaik. Dimulai dengan kemenangan 2-0 atas Birmingham City di Piala FA, Chelsea hanya dua kali kehilangan angka yakni saat kalah 1-2 dari Manchester City serta diimbangi tanpa gol oleh Tottenham Hostpur.

Setidaknya Di Matteo dinilai sudah bisa mendinginkan suasana ruang ganti Chelsea yang sempat "panas" kala ditangani Villas-Boas. Hal inilah kemudian diakui Lampard sebagai kunci kesuksesan manajer asal Italia itu.

Bahkan saat Lampard dicadangkan di leg I perempatfinal kontra Benfica lalu, Di Matteo langsung berbicara dengan wakil kapten Chelsea itu dan Lampard mengaku tak masalah dengan hal itu.

"Ya, jika boleh jujur mengatakan. Berbeda manajer, berbeda juga ide-idenya," tutur Lampard terkait pendekatan yang dilakukan Di Matteo.

"Aku berbicara dengan Robbie sebelum laga dan tidak ada masalah dengan itu. Aku senang ketika semua pemain di skuad ini mendapatkan hasil yang baik. Pada akhirnya, aku bermain dan bermain selama 20 menit. Robbie berbicara kepadaku. Aku sangat merespeknya, sebagaimana dengan manajer-manajer terdahulu," lanjutnya.

"Bahagia rasanya menjadi bagian skuad ini, tak peduli apakah Anda harus duduk di bench. Itu bukanlah masalah soal sifat egois dari siapapun di skuad ini, ketika Anda tidak bermain. Ini hanya soal bagaimana tim bermain baik, karena kesuksesan itu berarti sukses sebagai individu maupun tim," pungkasnya seperti dilansir Telegraph.

( mrp / din )

0 comments:

Posting Komentar

Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?