"Surat pemberhentian sebagai pemain Mitra Kukar hari ini sudah disampaikan Manajer Operasional (Suwanto) kepada Marcus Bent dan Pierre Njanka yang berada di Samarinda," kata Ketua Umum Mitra Kukar, Endri Erawan, kepada detikSport, Senin (16/4/2012) malam WITA.
Penyerang yang disebut-sebut berbanderol lebih dari Rp 3 miliar itu dinilai tidak mampu memenuhi ambisi tim untuk menembus 3 besar klasemen ISL pada putaran pertama lalu.
"Tidak efisien Marcus Bent dengan harga segitu, harga mahal, dibanding kontribusinya terhadap klub yang menargetkan bisa menembus 3 besar," ujar Endri.
Sementara Njanka disebut bersikap tidak profesional lantaran berpergian ke Prancis tanpa izin dari manajemen klub.
"Memang dia minta izin, mungkin untuk urusan keluarga, tapi tidak kita berikan izin berangkat ke Prancis. Njanka tetap ngotot berangkat ke Prancis," ketus Endri.
"Selain itu, manajemen juga melihat Njanka sudah tidak bisa bermain maksimal. Dia terlihat seperti bermain setengah hati bermain di Indonesia."
Usai mendepak Bent dan Njanka, Mitra Kukar berniat mendatangkan dua pemain asing sebagai pengganti. Satu pemain bersal dari Belanda, sementara yang lainnya berkewarganegaraan Kamerun. Masing-masing berposisi sebagai striker dan bek
"Satu hingga dua hari ke depan, pemain Belanda dan Inggris itu akan datang ke Tenggarong, supaya bisa segera berlatih bersama pemain lainnya," sebut Endri tanpa merinci nama kedua pemain baru tersebut.
"Di putaran kedua ini, semua tim berpacu meraih hasil terbaik. Manajemen tetap optimistis. Dengan pemain yang ada saat ini, klub akan berada di posisi 3 besar klasemen hingga akhir musim ini," tutup Endri.
Dari 16 pertandingan Mitra Kukar, Bent beberapa kali absen karena cedera. Jumlah gol penyerang yang pernah memperkuat Ipswich Town, Leicester City, dan Wigan Athletic itu pun minim, hanya lima.
( roz / a2s )
0 comments:
Posting Komentar
Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?