Selasa, 12 Juni 2012

Ukraina yang Merata, Swedia yang 'Ibrasentris'

Jakarta - Bomber gaek Andriy Shevchenko dengan cerdas memainkan perannya saat melawan Swedia, yang membuat Ukraina menang 2-1. Sebaliknya, Swedia terlalu bertumpu pada Zlatan Ibrahimovic.

Selain kepiawaian si pembuatnya, dua gol buatan Shevchenko juga merupakan hasil kreativitas bek sayap dan kedisiplinan gelandang bertahan Ukraina. Tercatat 79 persen penyerangan mereka dimulai dari sisi kiri dan kanan Swedia. Pasukan Oleg Blokhin juga memanfaatkan kelengahan Swedia yang kehilangan bentuk permainannya karena fungsi gelandang bertahan tidak jalan, dan kerap menyerang dengan buru-buru.

Paradoks terjadi ketika Zlatan Ibrahimovic berhasil melesakkan gol dari kelengahan tuan rumah. Walaupun gol itu berasal dari sayap, tapi penyerangan dimulai dari sisi tengah memanfaatkan kelengahan gelandang bertahan Ukraina yang terpancing keluar dan meninggalkan daerah pertahanan.

Bola-bola panjang yang mujarab

Andriy Voronin juga mengambil peran penting dengan menjadi penghubung lini tengah Ukraina, dengan mengambil posisi di belakang striker pada kombinasi pola 4-2-3-1.

Bola-bola panjang Ukraina juga signifikan. Umpan lambung 29 kali yang dilakukan mereka menjadi yang terbanyak dibanding tim-tim lain di Matchday I. 20% dari 430 total passing yang dilakukan Ukraina berasal dari bola-bola panjang dengan tingkat akurasi 61%.

Inggris yang dikenal dengan permainan bola-bola panjang pun semalam hanya melakukannya 42 kali, saat melawan Prancis tadi malam, dengan tingkat akurasi yang rendah: 34%.

Bola-bola lambung itu pula yang kemudian mempengaruhi sekaligus menentukan hasil pertandingan. Terbukti, dua gol yang tercipta itu lahir dari kepala Shevchenko, dari bola-bola atas.

Oleg Gusev dan Yevgen Selin

Dua full-back Ukraina, Oleg Gusev dan Yevgen Selin, menjadi aktor yang memulai serangan Ukraina melalui sisi kanan dan kiri. Gusev di kanan akan naik membantu serangan bersama Yarmolenko. Selin membantu Konopiyanka di sisi kiri. Ketika Yarmolenko dan Konoplyanka bergerak menusuk pertahanan dari sisinya masing-masing, Selin dan Gusev akan dengan cepat mengisi posisi flank.

Saat permutasi posisi itu berlangsung dengan lancar, permainan Ukraina akan berubah menjadi 2-2-4-2. Kacheridi dan Mikhalik tetap berada di belakang, Nazarenko menjadi defensive-midfielder (DM) bersama Tymoshchuk. Dua DM ini akan akan menahan Ibrahimovic dan Rosenberg sebelum masuk ke dalam pertahanan Ukraina, sambil menunggu Gusev dan Selin kembali ke posisi awal mereka.

Sementara Voronin yang semula dipasang sebagai attacking midfielder (AM) akan berubah menjadi striker yang menemani Shevchenko di lini depan.Capture di bawah ini menjelaskan permutasi itu. Sheva yang di-plot sebagai striker tunggal langsung didukung Voronin sehingga Ukraina bermain dengan dua penyerang.

Dari gambar di atas kita juga bisa melihat bagaimana Swedia bertahan dengan mengunakan empat pemain sejajar. Toivonen, Kallstrom, Elm, dan Larsson terlihat berdiri sejajar mengawal lini pertahanan. Di lini tengah, kuartet gelandang juga berdiri sejajar saat Ukraina sedang membangun serangan. Pola ini mirip dengan cara bertahan Inggris saat menahan imbang Prancis semalam.

Nazarenko dan Tymoshchuk

Ibrahimovic tentu harus dapat pengawalan khusus. Nazarenko dan Tymoshchuk sukses membuat bomber tinggi-besar itu kewalahan membangun serangan. Dua pemain ini tidak pernah membiarkan Ibrahimovic berkreasi atau berlama-lama memegang bola. Alhasil Rosenberg cuma berlarian saja dan hanya bisa melepaskan satu tembakan.

Tymoshchuk tidak hanya pandai dalam bertahan. Ia juga mengatur ritme permainan dan menjadi poros serangan. Saat Nazarenko sedikit naik membantu serangan, ia akan tetap berada di poros tengah lapangan untuk melepaskan passing-passing kepada rekannya yang sudah lebih dahulu naik.


Dari chalkboard di atas, dapat terlihat bahwa passing yang diarahkan Tymoshchuk lebih dominan ke sisi kanan, yang diisi Gusev dan Yamlanengko. Pergerakan Tymoshchuk selain banyak di poros tengah lapangan juga sering bergerak agak ke kanan. Sedangkan Nazarenko di sebelah kiri, namun lebih sering naik membantu serangan.

Babak II

Pertandingan semakin menarik. Beberapa kali Tymoshchuk sedikit lebih berani maju membantu Voronin, Shevchenko, dan Yarmalenko untuk menaikkan tingkat tekanan terhadap barisan belakang Swedia. Pertarungan di lini tengah lebih sengit. Tymoshchuk dan Nazarenko turut berduel melawan Kallstrom dan Elm.

Namun, ketika Tymoshchuk bermain sedikit lebih ke depan, justru ini jadi bumerang untuk pertahanan Ukraina. Ibrahimovic menjadi lebih leluasa dalam bergerak, karena kedua DM Ukraina itu tidak lagi memberikan tekanan ketat kepada Ibrahimovic sebagaimana di babak pertama. Dalam sejumlah kesempatan, dua DM Ukraina itu memunggungi Ibrahimovic.

Celah inilah yang dimanfaatkan Ibra untuk perlahan naik mencari ruang saat Larsson membawa bola. Tymoshchuk dan Nazarenko justru sibuk mengejar Larsson tanpa memperhatikan ke mana gerak Ibrahimovic. Dan saat itu pula Larsson melepaskan crossing ke jantung pertahanan Ukraina. Bola gagal disapu bersih Yarmulenko dan jatuh ke kaki Kallstrom yang berdiri bebas untuk memberi assist kepada Ibrahimovic. Ukraina 0 Swedia 1, menit 51.

Gusev-Yarmolenko–Selin-Konoplyanka dan Shevchenko

Sejak babak pertama, kedua flank Ukraina sangat sering merepotkan lini pertahanan Swedia. Kombinasi Gusev dan Yarmolenko di kanan memberi kontribusi terhadap gol penyeimbang Ukraina di menit 55 melalui sundulan Shevchenko, dari crossing Yarmolenko. Sepuluh menit kemudian, Selin dan Konoplyanka menembus pertahanan Swedia. Kemudian, dari sepak pojok Shevchenko mencetak gol keduanya.

Tidak hanya sukses menyetak gol, Shevchenko juga menjadi momok di sisi kiri Swedia. Olsson selalu terpancing oleh pergerakan penyerang gaek itu yang sering kali bergerak ke arahnya. Sedangkan Toivonen yang bermain sebagai flank kiri, sering kali lambat turun membantu Olsson untuk menahan serangan dari Yarmolenko dan Gusev.

Chalkboard di atas menjelaskan dengan bagus bagaimana sebaran percobaan mencetak gol Ukraina. Terlihat bagaimana Voronin, Sheva, Konoplyanka, dan Gusev berbagi peran yang hampir merata dalam upaya mencetak gol. Empat pemain inilah yang memang paling membahayakan Swedia.

Hal ini pula kiranya yang membuat Erik Hamren harus menarik Tiovonen dan memasukkan Svensson di menit 62. Selang lima menit kemudian giliran Larsson digantikan Wilhelmsson. Alasan pelatih Erik Hamren menarik dua pemain tersebut mudah ditebak: keduanya selalu lambat dalam membantu pertahanan.

Pergantian dua flank itu berjalan baik. Ukraina mulai kesulitan menembus pertahanan Swedia melalui kedua sisi yang telah diisi Svensson dan Wilhelmsson.

Problem Swedia terletak pada ketergantungannya yang tinggi pada Ibrahimovic. Pola serangan jelas dipersiapkan untuk melayani Ibrahimvic. Jika chalkboard percobaan mencetak gol Ukraina menggambarkan sebaran yang merata pada empat pemain berbeda, chalkboard percobaan mencetak gol Swedia jelas didominasi oleh Ibra.

Kesimpulan

Dengan hasil ini, Ukraina sekarang menempati posisi teratas di klasemen Grup D . Pola permainan yang dibangun dari disiplinnya gelandang bertahan ukraina dan agresivitas sektor sayap akan menjadi modal yang bagus untuk bersaing ke fase selanjutnya. Menarik melihat bagaimana dominasi serangan dari sayap Ukraina ini jika bertemu dengan Inggris nanti di partai penutup babak grup.

==

*Penulis adalah analis di Pandit Football Indonesia. @andreasmarbun

Baca Ulas Taktik lain:
Prancis vs Inggris
Spanyol vs Italia
Belanda vs Denmark
Jerman vs Portugal

( a2s / din )


Baca juga artikel & ulasan liputan khusus Piala Eropa di HarianDetik.com

0 comments:

Posting Komentar

Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?