Rabu, 06 Juni 2012

Dari Lawan Jadi Rekan

Jakarta - Selama satu musim penuh, yang umumnya berjalan nyaris setahun, para pemain baru saja membela panji klubnya masing-masing dan bersaing dengan para pemain dari klub rival. Ketika mereka yang tadinya berseberangan kini menjadi rekan di timnas, apa jadinya?

Di sejumlah liga terkemuka Eropa, seperti Inggris, Italia, Spanyol, dan Jerman, persaingan ketat mewarnai jalannya musim ini. Menghadirkan pertarungan sengit dan alot antara dua tim, kompetisi-kompetisi itu bahkan umumnya baru menghadirkan pemenang beberapa saat menjelang musim berakhir.

Kini persaingan di level itu untuk sementara "selesai". Para pemain di kompetisi-kompetisi tersebut sudah menatap petualangan baru bersama tim nasionalnya masing-masing di ajang Piala Eropa 2012.

Yang menarik, ada saja para pemain yang tadinya berada di kubu berlawanan kini justru harus bersatu-padu untuk mengantarkan sukses buat timnasnya. Hal ini tak melulu berjalan mulus-mulus saja.

Spanyol, misalnya. Di kompetisi La Liga Primera lalu, Barcelona dan Real Madrid terus-menerus menebar nuansa rivalitas panas sampai akhirnya El Real tampil jadi kampiun. Tetapi persaingan antara kedua klub, yang juga sudah menjadi tradisi, tampaknya sedikit banyak masih menyisakan bekas sampai pemain kedua klub itu bergabung ke timnas.

Dari 23 pemain di 'Tim Matador' saat ini, 7 pemain di antaranya adalah punggawa Barca sedangkan Madrid memiliki 5 wakil. Dari jumlah itu ada Sergio Ramos dari Madrid dan Gerard Pique dari Barca yang sudah diungkap kurang akur hubungannya. Baik Ramos dan Pique sendiri sudah menegaskan profesionalitas sehingga akan tetap fokus membantu Spanyol di Piala Eropa kali ini.

Akan tetapi riak-riak lain kemudian muncul awal pekan ini seiring dengan dipublikasikannya hasil wawancara Canal+ dengan Xavi Hernandez, yang merupakan gelandang asal Barca. Xavi menyebut pemain Madrid kurang sportif dalam menyikapi kompetisi La Liga lalu. Entah bagaimana dampak pernyataan itu terhadap persatuan dan kesatuan timnas Spanyol.

Kabar kurang mengenakkan juga berhembus dari kubu timnas Jerman, yang turut diperkuat oleh 8 pemain Bayern Munich dan 4 pemain Borussia Dortmund, dua klub yang bersaing ketat di Bundesliga lalu. Usaha Bayern menghalangi Dortmund mempertahankan titel Bundesliga di musim 2011-12 tidak berhasil. Die Roten pun harus puas finis di posisi dua.

Dengan total 12 pemain, kombinasi jumlah pemain dari kedua klub itu juga mendominasi Der Panzer. Hubungan ke-12 pemain itu sendiri kabarnya tidak harmonis, sampai-sampai memicu spekulasi adanya keretakan di tubuh timnas Jerman akibat rivalitas Bayern-Dortmund.

Namun begitu, Jerome Boateng yang bermain untuk Bayern membantah mentah-mentah. Kabar itu disebutnya cuma isapan jempol belaka. "Sejujurnya, tidak ada rivalitas di antara kami. Anda sudah pasti ingin memenangi semua pertandingan (bersama klub). Tapi di timnas, kami bermain bersama-sama," tegas Boateng di ZeeNews.

Sementara di timnas Inggris, hubungan antara para pemain Manchester City dan Manchester United--dua klub yang bersaing sengit di pucuk klasemen Premier League lalu--relatif terkesan "adem ayem". Tak ada kabar-kabar mengenai tidak harmonisnya 3 pemain City dan 4 pemain MU di tim 'Tiga Singa', boleh jadi karena jumlah kombinasi pemain asal kedua klub tersebut tidak mendominasi--Liverpool bahkan punya dengan 6 wakil.

Di Italia, Juventus sang jawara Seri A menjadi "kekuatan dominan" di timnas dengan 7 pemain. Jumlah itu lebih banyak dari wakil AC Milan sang runner-up Seri A, 4 pemain. Namun, seperti Inggris, sejauh ini tidak ada kabar persaingan kubu Juve vs kubu Milan di tubuh Gli Azzurri, besar kemungkinan karena secara keseluruhan mereka memang dituntut untuk bersatu-padu akibat adanya masalah bersama: Scommessopoli.

( krs / din )


Baca juga artikel & ulasan liputan khusus Piala Eropa di HarianDetik.com

0 comments:

Posting Komentar

Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?