Tiga tim itu adalah Real Madrid di musim 1956/1957, Inter Milan di musim 1964/1965 dan Roma di musim 1983/1984. Dari ketiga tim itu hanya Roma yang gagal jadi juara setelah kalah adu penalti dari Liverpool.
Sementara itu Madrid sukses menang 2-0 atas Fiorentina untuk merengkuh trofi keduanya serta Inter yang meraup titel keduanya usai mengungguli Benfica dengan skor 1-0.
Kini Bayern kembali mendapat "keuntungan" sama dengan tiga tim di atas yakni melakoni laga final Liga Champions kontra Chelsea di kandang sendiri, Allianz Arena, Minggu (20/5/2012) dinihari WIB.
Meski saja baru terpukul usai kegagalan di final DFB Pokal dan juga Bundesliga (kedua-keduanya kalah dari Borussia Dortmund), Bayern masih lebih diunggulkan untuk merengkuh trofi kelimanya.
Rekor mereka selama memainkan partai kandang di Liga Champions musim ini adalah enam kali menang dari enam partai, mencetak 19 gol dan kebobolan empat gol. Di Bundesliga, pasukan Jupp Heynckes ini adalah 14 kemenangan, satu seri dan dua kekalahan dengan 49 gol serta kebobolan enam gol.
Dengan modal seperti itu plus misi menghindari akhir musim hampa gelar, sudah tentu Bayern akan bersemangat untuk bisa mengalahkan Chelsea di kandang sendiri sekaligus menghapus duka kekalahan di final dua tahun lalu.
"Kami kini lebih baik dari kami di tahun 2010. Kami lebih santai saat ini. Kami tidak terlalu khawatir dan mampu enjoy bermain bola lagi. Pelatih memainkan peran besar dalam perubahan kami. Para pemain sangat percaya kepadanya. Dia membuat atmosfer yang menyenangkan," tutur winger asal Prancis, Franck Ribery.
Apakah Ribery dkk bisa mengikuti jejak Madrid dan Inter akhir pekan ini? Kita tunggu saja.
( mrp / rin )
0 comments:
Posting Komentar
Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?