Suporter garis keras Il Grifone membuat ulah dalam laga kontra Siena, Minggu (22/4/2012). Mereka kecewa karena tim kesayangannya jadi bulan-bulanan dan melampiaskannya dengan membakar kembang api dan mercon, sebagian melemparkannya ke tengah lapangan.
Ratusan orang mendekati pagar pembatas penonton dengan lapangan untuk mencemooh pemain-pemainnya. Mereka meminta Marco Rossi dkk. mencopot kausnya karena dianggap "tidak pantas" mengenakannya.
Aksi ini membuat pertandingan sempat terhenti selama 40 menit sebelum akhirnya bisa dilanjutkan dengan hasil akhir 4-1 untuk Siena.
Setelah insiden di Luigi Ferraris itu, pihak kepolisian melakukan identifikasi melalui rekaman televisi. Hasilnya, mereka menghukum Marco Cobretti dan Fabrizio Fileni--yang dianggap sebagai biang rusuh-- dengan larangan menonton pertandingan olahraga secara langsung selama lima tahun ke depan.
Dilansir Football Italia, Cobretti tertangkap kamera tengah berbicara dengan pemain Genoa, Giuseppe Sculli, sementara Fileni ada di sebelahnya.
Pihak kepolisian menjelaskan, masih ada kemungkinan hukuman serupa untuk suporter lainnya. Saat ini mereka tengah mempelajari rekaman televisi dari insiden tersebut.
Sementara itu, Fileni punya pembelaan atas aksi yang dilakukan oleh kelompoknya. Menurutnya, itu adalah ekspresi kekecewaan atas buruknya performa tim yang mereka dukung.
"Sampai dengan skor 3-0 kami masih bersorak seperti biasa. Sama sekali tidak ada rencana (untuk mempermalukan para pemain), tapi kemudian apa yang terjadi adalah campuran kemarahan dan keprihatinan," jelasnya.
"Sebenarnya itu adalah bentuk keprihatinan karena kami berisiko terdegradasi dan itu adalah titik balik."
"Kami tak memaksa para pemain untuk mencopot kaus mereka. Kami meminta. Karena mereka sudah tidak menghormatinya," kata Fileni.
( mfi / mfi )
0 comments:
Posting Komentar
Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?