QPR harus bermain dengan 10 pemain sejak menit 54 ketika menghadapi City, Minggu (13/5/2012), menyusul kartu merah untuk Barton. Di laga tersebut QPR kalah 2-3 meski akhirnya dipastikan bertahan di Liga Primer Inggris.
Kartu merah Barton itu sendiri diterimanya usai menendang Sergio Aguero, setelah sebelumnya terlibat insiden dengan Tevez.
"Tak bisa melakukan apapun kecuali minta maaf kepada pemain dan fans. Masih berpikir tindakan itu tak layak untuk kartu merah," tulis Barton di akun Twitter-nya seperti dikutip Mirror.
"Bukan merupakan momen yang membanggakan buatku, tetapi peduli setan, kami aman, dan itulah yang terpenting," lanjutnya.
Saat hendak meninggalkan lapangan, Barton juga tampak terlibat insiden dengan pemain City, di antaranya Mario Ballotelli. Namun, Barton menepis anggapan kalau saat itu ia sudah kehilangan ketenangan.
"Mencoba untuk membuat salah satu pemain mereka seperti diriku (dikartu merah). Aku tidak pernah kehilangan ketenangan, ketika aku diusir salah satu pemain kami menyarankan agar aku mencoba membuat 1 pemain mereka ikut denganku...Tidak berhasil tapi Tuhan suka orang yang berusaha," bebernya.
Barton kemudian juga mengklaim bahwa insiden itu sebenarnya diawali oleh Tevez yang mengasari dirinya saat hendak berebut bola. "Beberapa orang tampaknya lupa kalau Tevez-lah yang memulai keributan itu dengan melayangkan pukulan ke kepala?".
Mengomentari tindakan Barton, Manajer QPR Mark Hughes menukas dengan diplomatis. Ia enggan panjang lebar membahas hal tersebut dan lebih memilih fokus ke keberhasilan QPR bertahan di Liga Primer Inggris.
"Saya belum bertemu Joey dan saya belum melihat insiden itu tetapi orang-orang mengatakan ia memang harus ke luar. Tapi kejadian itu tidak merugikan kami," ujar Hughes.
( krs / roz )
0 comments:
Posting Komentar
Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?