Jumat, 04 Mei 2012

Kesulitan Keuangan, Klub Akan Dipertemukan dengan Konsorsium

Jakarta - Beberapa klub di Liga Primer Indonesia mengalami kesulitan di tengah musim kompetisi. Untuk membantu mengatasi masalah tersebut, PSSI akan mempertemukan pihak klub dengan konsorsium.

"Saya minta konsorsium dan klub untuk duduk bersama, apa kira-kira yang bisa supaya cost-nya dikurang-kurangi, karena ini memang berat untuk menyelesaikannya. Karena sponsornya ini yang menjadi masalah. Konsorsium kan juga mencari sponsor, namun situasi kita saat ini tidak bagus." ujar Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, di Jakarta.

Dilanjutkan Djohar, masalah keuangan yang terjadi pada beberapa klub disebabkan adanya dualisme kompetisi. Hal tersebut membuat banyaj sponsor memilih menunggu dan menahan diri untuk berinvestasi.

Beberapa klub yang berlaga di IPL dikabarkan mengalami kesulitan keuangan. Di antaranya adalah Arema, Persija Jakarta, Persitara, dan Gresik United. Karena masalah keuangan jugalah Persipro Bondowoso United (Divisi Utama) memutuskan mundur dari turnamen Piala Indonesia.

Dalam beberapa bulan terakhir konsorsium memang menghentikan kucuran dananya. Dan itu membuat beberapa klub terbelit masalah finansial. Menurut Djohar, seharusnya masing-masing klub bisa mencari dana sendiri dan tidak hanya bergantung pada konsorsium.

Djohar mengingatkan kalau apa yang terjadi saat ini merupakan proses adaptasi dari upaya klub untuk mandiri dan terlepas dari suntikan dana APBD. Dia menilai semua ini adalah hal yang wajar lantaran klub-klub yang berbetuk PT masih dalam masa transisi.

"Tidak semua sepertinya dana untuk membiayai klub dari pihak konsorsium. Seharusnya masing-masing CEO dari klub-klub IPL bisa mencari dana sendiri dengan memaksimalkan berbagai sponsor. Kalau semuanya dari konsorsium, tentu saja penanam modal akan berpikir. Jadi saya kira, semua pihak harus saling mengevaluasi."

"Yang perlu dipastikan adalah, sebagai penyelenggara liga, kami juga terkena dampak dari masalah ini. Tapi, PT-PT tersebut kan baru dibentuk. Dan perpindahan dari APBD ke non-APBD juga harus diperlukan adaptasi. Tapi hal-hal seperti ini wajar-wajar saja terjadi saat ini, karena kami masih dalam masa transisi," lugasnya.

( din / rin )

0 comments:

Posting Komentar

Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?