Tak dipungkiri jika Robben dan Ribery adalah kunci permainan Bayern dalam beberapa musim terakhir khususnya musim ini. Robben mencetak 19 gol sementara Ribery bikin 16 gol serta 26 assist di seluruh kompetisi.
Dari statistik itu saja sudah terlihat seberapa penting perang duet winger yang dijuluki 'RobBery' itu dan di laga final Liga Champions kontra Chelsea di Allianz Arena, Minggu (20/5/2012) pun tetap akan seperti itu.
Tapi eks gelandang Bayern dan kapten saat mereka terakhir menjuarai kompetisi ini 11 tahun lalu, Stefan Effenberg, menegaskan jika Bayern tak selamanya bisa mengandalkan Robben dan Ribery, terkhusus di laga final sepenting akhir pekan ini.
"Tidak bagus ketika Anda selalu berharap Ribery dan Robben tak bisa dihentikan. Melihat dari kualitas yang Bayern miliki, mereka pun mampu bermain dengan sistem lain. Mereka terlalu mudah diprediksi," tutur Effenberg kepada Bild.
"Kemenangan di laga ini akan menyelamatkan musim mereka," sambungnya.
Selain Robben dan Ribery, Bayern sebenarnya masih punya sosok penting lain di lini tengah yakni Schweinsteiger yang bertugas mengalirkan bola dan mengatur serangan. Sayang badai cedera yang menghantam membuat penampilan gelandang 27 tahun itu tak cemerlang musim ini.
Dari 35 penampilan di seluruh kompetisi ia cuma menyumbang lima gol. Penampilannya di final DFB Pokal akhir pekan lalu pun disorot tajam dan jadi salah satu faktor penyebab kekalahan telak 2-5 dari Borussia Dortmund.
Oleh karenanya Schweinsteiger dituntut bisa menunjukkan "sinarnya" saat melawan Chelsea akhir pekan ini, karena ia dinilai Effenberg bisa memimpin lini tengah The Bavarians.
"Banyak harapan yang disandarkan di bahunya dan dia tidak punya waktu lagi - dia harus bekerja lebih keras lagi saat ini."
"Cepat atau lambat dia harus memimpin tim ini. Aku ingin melihat apakah ia bisa melawan kecepatan tim - dia harus bermain dengan lebih pintar," tutup Effenberg.
( mrp / rin )
0 comments:
Posting Komentar
Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?