Belasan mantan pemain Liga Inggris hari Minggu (27/5/2012) lusa akan bermain di lapangan indoor di Istora Senayan, Jakarta, mulai jam 15.00 WIB, melawan tim lokal yang dilabeli "Indonesian Masters".
Konsep pertandingan menggunakan sistem round robin, terdiri dari tujuh partai. Seluruh tim, yaitu Manchester United Master, Liverpool Master, EPL Al Star Masters dan Indonesian Masters akan saling bertarung, dan dua tim terbaik akan bertemu di "final".
Para master EPL yang akan tampil selain May di antaranya John Barnes, Mark Bosnich, Jesper Blomqvist, Dietmar Hamann, Ray Parlour, Brian Roy, Dominic Matteo, Michael Mols, Robbie Fowler, dan Paul Parker. Adapun nama-nama yang akan membela Indonesian Masters antara lain Bima Sakti, Kurniawan DJ, Yeyen Tumewa, Chalis Yulianto, Anang Maruf, Bejo Sugiantoro, Kurnia Sandi, dan Hendro Kartiko.
"Kami ke sini untuk menghibur fans Indonesia. Sebagian dari kami adalah pemain-pemain yang punya skill luar biasa dan pernah bermain di Liga Inggris. Saya berharap kalian bisa menikmatinya," ujar May kepada detiksport di Hotel JC Marriott, Jakarta, Jumat (25/5/2012).
Ia menjelaskan EPL Masters Cup pernah digelar pula di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.
"Sambutan fans Asia pada kami sangat bagus. Kami menyukai mereka. Mudah-mudahan fans di sini juga menyukai atraksi kami," sahut mantan pemain MU yang ikut memenangi tiga gelar (Liga Inggris, Piala Carling, dan Liga Champions) di tahun 1999 itu.
May, yang mengaku sudah pernah mengunjungi Bali, juga berbicara tentang sepakbola Inggris, termasuk peluang negaranya di Piala Eropa 2012.
"Tidak besar. Terlalu banyak pressure untuk timnas kami, dari fans dan juga media, termasuk untuk posisi manajer. Sering kali menjadi manajer timnas Inggris adalah sesuatu yang sangat negatif, karena memang terlalu banyak tekanan," tuturnya.
"Sir Alex Ferguson tidak mau jadi pelatih Inggris, menurut saya karena pekerjaan itu memang sangat penuh tekanan. Kalau dia bisa melakukan dan mendapatkan semuanya di Old Trafford, kenapa harus melatih timnas Inggris?"
May juga mengomentari hasil MU di musim ini yang tanpa gelar. Sebagai mantan pemain "Setan Merah", ia juga merasa kecewa, tapi tidak terlalu. Salah satu sebabnya, permainan MU di musim ini memang tidak terlalu bagus, sedangkan persaingan semakin tinggi.
Tentang Manchester City yang mengalahkan MU dalam perebutan gelar Liga Inggris, May memberi credit point pada klub "Biru Langit" itu. Namun saat dibandingkan dengan pencapaian MU, ia menjawab, "Saya rasa City takkan bisa melakukan apa yang sudah dicapai MU selama ini. Mereka butuh waktu yang sangat lama untuk ke sana."
( a2s / roz )
0 comments:
Posting Komentar
Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?