Selasa, 29 Mei 2012

APPI Tuntut Adanya Satu Kompetisi Resmi

Jakarta - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menuntut adanya perbaikan kondisi persepakbolaan tanah air. Mulai kepengurusan federasi, pemenuhan gaji, hingga terwujudnya satu kompetisi resmi.

Persepakbolaan Nasional Indonesia saat ini sedang ada dalam titik nadir. Ada dualisme federasi dan kompetisi, telatnya pembayaran gaji pemain oleh klub, pelarangan membela timnas karena bermain di breakaway league, hingga bayangan sanksi dari FIFA atas semua permasalahan yang terjadi.

Tergugah atas kondisi itu, sebanyak 26 pemain dari masing-masing delapan klub Indonesian Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL), mengadakan satu pertemuan untuk memberikan penyataan sikap di Hotel Atlet Century, Jakarta, Senin (28/5/2012).

Delapan klub ISL itu adalah Persib Bandung, Persija Jakarta, Pelita Jaya Karawang, Sriwijaya FC Palembang, Persipura Jayapura, Deltras Sidoarjo, Persela Lamongan, dan Arema Malang.

Sedangkan IPL diwakili oleh Persiraja Banda Aceh, Persibo Bojonegoro, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSM Makasar, Persema Malang, Bontang FC Bontang, dan PPSM KN Magelang.

Dukungan juga diberikan oleh empat tim ISL lainya, yakni PSMS Medan, Mitra Kukar Kutai Kartanegara, Gresik United, dan Persisam Samarinda yang tidak dapat mengirimkan wakilnya hadir dalam pertemuan di Jakarta.

Seusai acara, APPI pun memberikan keterangan hasil pertemuan. Berikut ini adalah lima poin pernyataan sikap yang dicetuskan oleh APPI:

1. APPI mengharapkan dan mendukung adanya satu (1) Liga dalam satu (1) Kepengurusan Federasi di Indonesia yang diakui secara sah dibawah naungan FIFA untuk mengelola Persepakbolaan Indonesia secara profesional.

2. APPI menginginkan perlindungan atas Hak Pesepakbola Indonesia untuk dapat memperkuat Tim Nasional Indonesia sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam regulasi FIFA.

3. APPI meminta kepada klub-klub untuk memenuhi hak-hak Pesepakbola, khususnya gaji yang belum dibayarkan, termasuk izin bagi pesepakbola asing, yang telah disepakati dan diatur dalam kontrak selambat-lambatnya tanggal 7 Juni 2012; Apabila hingga tanggal 7 Juni 2012 belum ada pemenuhan hak-hak sebagaimana tersebut diatas, maka #PesepakbolaBersatu akan melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan serta memberikan kuasa dan wewenang APPI untuk melalukan negosiasi/pembicaraan dengan pihak klub yang bermasalah termasuk dan tidak terbatas pada upaya hukum yang tegas sesuai dengan ketentuan dan hukum yang berlaku.

Berikut ini kami sampaikan daftar klub-klub yang belum memenuhi kewajibannya kepada pesepakbola berdasarkan pengakuan dari pesepakbola klub yang bersangkutan:

-Persija Jakarta (ISL)
-Deltras Sidoarjo (ISL)
-Sriwijaya FC Palembang (ISL)
-Persija Jakarta (IPL)
-Persema Malang (IPL)
-Pelita Jaya Karawang (ISL)
-Persibo Bojonegoro (IPL)
-PPSM KN Magelang (Divisi Utama PT. LPIS)
-Bontang FC (IPL)
-Persiraja Banda Aceh (IPL)
-Persela Lamongan (ISL)
-Arema Malang (ISL)
-PSM Makassar (IPL)

4. APPI menginginkan adanya putusan yang tegas dari FIFA atas permasalahan Persepakbolaan Nasional tanpa harus memberikan sanksi kepada federasi di Indonesia;

Apapun keputusan FIFA terhadap permasalahan persepakbolaan di Indonesia, APPI meminta klub untuk tetap memenuhi hak-hak pesepakbola, serta meminta FIFA untuk mengawasi klub dimaksud dalam mengawasi kewajibannya terhadap pesepakbola.

5. APPI mengharapkan untuk musim kompetisi sepakbola Indonesia berikutnya agar diikuti oleh klub-klub yang dapat menjamin keberlangsungan operasional dan finansial klubnya, minimal dalam satu musim kompetisi.

( roz / roz )

0 comments:

Posting Komentar

Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?