Derby Merseyside antara Liverpool kontra Everton akan lebih dulu tampil berebut satu tiket final, Sabtu (14/4/2012), di Wembley. Dikenal sebagai rival sengit, keduanya juga bersaing ketat dalam hal torehan gelar juara Piala FA; Liverpool punya 7, Everton punya 5.
Laga ini digelar sehari sebelum peringatan Tragedi Hillborough yang menewaskan 96 suporter di semifinal Piala FA 1989 antara Liverpool konta Nottingham Forrest. Liverpool mendapat dispensasi dari FA untuk tak bermain pada 15 April mengingat hari itu bertepatan dengan peringatan tahunan Tragedi Hillsborough.
Everton akan menghadapi laga ini dengan optimisme tinggi menyusul hasli lima pertandingan tak terkalahkan di seluruh kompetisi. Di papan klasemen Liga Primer Inggris, Everton bahkan memiliki posisi lebih baik dari Liverpool.
Liverpool sebaliknya dalam kondisi kurang oke dan sedang berjuang untuk bangkit. 'Si Merah' makin dipusingkan karena Pepe Reina dan Alexanfer Doni, kiper pertama dan kedua, tidak bisa tampil akibat larangan bermain akibat kartu merah.
Pun begitu, Liverpool masih punya catatan oke atas Everton. Bahkan dalam dua derby Merseyside musim ini, Liverpool selalu tampil jadi pemenang.
Sehari berselang, giliran derby London dipanggungkan di Wembley, Minggu (15/4), ketika Tottenham Hotspur (peraih 8 gelar Piala FA) bertemu Chelsea (peraih 6 gelar Piala FA).
Spurs memiliki catatan lebih baik atas Chelsea di Wembley berkat kemenangan 2-1 di final Piala FA pertama yang melibatkan dua klub London pada tahun 1967 di stadion Wembley lama dan juga kemenangan dengan skor sama di final Piala Liga Inggris tahun 2008, seperti dicatat Reuters.
Akan tetapi, laju Spurs belakangan tengah kurang meyakinkan. Sejak pertengahan Februari lalu, The Lily Whites bahkan baru satu kali meraih kemenangan dari delapan pertandingannya di liga.
Spurs juga akan dibayangi catatan buruknya di semifinal Piala FA. Semenjak kali terakhir menjuarai ajang tersebut pada tahun 1991, mereka sudah mencapai lima semifinal hanya untuk menemui kekalahan di seluruh laga tersebut. Sebaliknya Chelsea sudah memenangi lima gelar Piala FA semenjak periode tersebu.
Musim ini secara umum Chelsea tampil tak bagus-bagus amat, tetapi sejak Roberto Di Matteo menggantikan Andre Villas-Boas bulan lalu, penampilan 'Si Biru' jauh membaik--satu kekalahan dalam 11 pertandingan.
Semasa bermain untuk Chelsea, Di Matteo juga punya kenangan manis saat mencetak gol tercepat di final Piala FA, 42 detik, yang dimainkan di stadion Wembley lama berkat golnya ke gawang Middlesbrouh pada tahun 1997.
Bak tidak mau kalah, Spurs pun punya catatan tersendiri terkait hal serupa lewat penyerangnya, Louis Saha. Saat masih bermain untuk Everton pada tahun 2009 lalu, Saha mencetak gol tercepat sepanjang masa di final Piala FA setelah bikin gol di detik ke-25... ke gawang Chelsea.
( krs / mfi )
0 comments:
Posting Komentar
Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?