Jumat, 13 April 2012

Pemainnya Diizinkan ke Timnas, Beberapa Klub ISL Sebut PSSI Terlambat

Jakarta - Beberapa klub Indonesian Super League (ISL) menyebut kebijakan PSSI yang mengizinkan pemain-pemainnya memperkuat tim nasional Indonesia terlambat.

Hal itu diisyaratkan perwakilan klub Sriwijaya FC dan Persiba Balikpapan, menanggapi keputusan PSSI yang diumumkan kemarin.

"Pemain itu milik kami, bukan milik PSSI, karena kami yang gaji mereka. Selama ini kami kasih mereka ke PSSI untuk main (di timnas). Tapi saat itu mereka bilang ISL ilegal. Mereka yang mulai, mereka yang harus menanggung akibatnya," ujar Direktur Tekni SFC, Hendri Zainuddin, saat dihubungi detiksport, Rabu (11/4/2012) sore.

Pendapat serupa dilontarkan manajer Persiba, Djamal Al-Rasyid. Menurut dia keputusan PSSI itu sudah terlambat.

"Kenapa baru sekarang? Setelah KPSI buat timnas juga? Tentu kami tidak akan membiarkan pemain kami main di timnas mereka. Pemain masih terikat kontrak dengan kami. Jadi tidak semudah itu," kata Djamal.

Sementara itu, La Nyalla Mattalitti yang dipilih Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) sebagai ketua umum versi mereka, Mattalitti mengatakan akan menyerahkan hal tersebut ke klub masing-masing.

"Kami tidak mungkin melarang pemain mau ke mana. Tapi kalau klubnya memberi izin, tidak mungkin kami melarang. Tapi kalau dari dulu klub itu mau, mereka dari dulu pasti sudah bergabung ke PSSI-nya Djohar Arifin," tutur La Nyalla di kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (11/4/2012).

"Nanti saya akan merayu mereka untuk bermain di Timnas. Tapi kalau atas nama Djohar Arifin mereka sudah tidak mau. Yakin saya, karena Djohar sudah tidak legitimate. Soal legitimasi ini, nanti saya akan jelaskan ke task force (tim satuan tugas khusus AFC)," sambungnya.

( a2s / krs )

0 comments:

Posting Komentar

Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?