Selasa, 10 April 2012

Fergie Dianggap Jadi Pembeda Nasib MU & City

London - Soal materi pemain, Manchester United dan Manchester City bisa dibilang cukup berimbang dan sama baiknya. Kalau pada akhirnya MU bisa mengungguli City, hal itu dinilai karena keberadaan Sir Alex Ferguson.

Perjalanan MU pada musim ini sebenarnya sangat berliku. Mereka dihantam badai cedera yang cukup dahsyat. Anak buah Fergie satu per satu tumbang dan silih berganti masuk ruang perawatan. Bahkan, karena minimnya stok gelandang, Paul Scholes yang telah pensiun pun turun gunung dan bermain lagi.

Setelah sempat tercecer di paruh pertama musim, MU perlahan-lahan mendekati City sejak pergantian tahun. Sebaliknya, City mulai dihinggapi inkonsistensi dan berulang kali terpeleset.

Kini, puncak klasemen sudah direbut oleh 'Setan Merah'. Mereka bahkan unggul hingga delapan poin atas tetangganya itu dan punya kans sangat besar untuk juara.

Menurut mantan bek Liverpool, Alan Hansen, Fergie memegang peranan yang sangat penting dalam keberhasilan MU sejauh ini. Dengan kemampuan manajerial kelas wahid, Fergie disebutnya mampu mengendalikan penuh timnya.

Hal tersebut kemudian berimbas ke penampilan di atas lapangan. Fergie mengutamakan kerja tim dan sukses meredam ego pemain-pemain bintangnya.

Sebagai buktinya, lanjut Hansen, Fergie bisa menjaga MU tetap kompetitif meski berkali-kali ditinggal pemain-pemain penting seperti Eric Cantona, David Beckham, Ruud van Nistelrooy, hingga Cristiano Ronaldo.

Sebaliknya, Hansen menganggap Roberto Mancini tak punya kekuatan seperti Fergie di MU. Sebagai contoh, Mancini musim ini dipusingkan oleh ulah Carlos Tevez dan Mario Balotelli.

"United kembali ada di ambang kemenangan karena City telah menyerah dan manajer mereka membuat terlalu banyak kesalahan. Yang terbesar adalah kegagalan menyatukan pemain-pemain berbakat yang dimilikinya," tulis Hansen dalam kolomnya di Telegraph.

"Ferguson akan memandangi seluruh penjuru ruang ganti, menatap mata masing-masing pemainnya dan tahu bahwa dia bisa memercayai mereka. Para pemainnya akan melakukan hal yang sama kepada rekan-rekannya dan merasakan hal yang sama pula," urainya.

"Apakah begitu juga di ruang ganti City sebelum kick-off? Akankah (Vincent) Kompany memandang Balotelli dan secara serius yakin dia tak akan merugikan tim? Apakah ada yang terkejut dengan kartu merah yang didapatnya kemarin?"

"Itulah kenapa United akan juara lagi dan penantian yang menyiksa untuk fans City akan berlanjut," tandas Hansen.

( mfi / din )

0 comments:

Posting Komentar

Apa Pendapatmu Tentang Berita Sepakbola ini?